news

2023-10-02

How long does it take for biodegradable plastic to decompose?

Plastik biodegradabel telah menjadi fokus utama dalam upaya untuk mengurangi dampak negatif limbah plastik terhadap lingkungan kita. Namun, sebelum kita memahami seberapa cepat plastik ini terurai, kita perlu memahami terlebih dahulu apa arti dari "biodegradable".

Dalam konteks limbah plastik, plastik biodegradabel sering kali didefinisikan sebagai plastik yang dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme seperti bakteri dalam suatu periode waktu tertentu. Namun, penting untuk dicatat bahwa istilah ini tidak bermakna bahwa plastik tersebut akan sepenuhnya terurai menjadi elemen organik yang tidak berbahaya. Sebaliknya, proses biodegradasi sering kali menghasilkan partikel-partikel kecil yang masih merupakan plastik atau senyawa kimia yang dapat mencemari lingkungan.

Waktu yang dibutuhkan untuk plastik biodegradabel terurai sepenuhnya bervariasi tergantung pada komposisi plastik itu sendiri, lingkungan di mana plastik tersebut terurai, serta keberadaan mikroorganisme atau kondisi-kondisi yang mempengaruhi proses biodegradasi tersebut. Walaupun demikian, secara umum, plastik biodegradabel dapat terurai dalam waktu antara beberapa bulan hingga beberapa tahun.

Bahan-bahan yang umum digunakan dalam plastik biodegradabel termasuk polietilen yang dikatalisis oleh enzim (polyethylene catalyzed by enzyme), polihidroksialkanoat (polyhydroxyalkanoates / PHAs), serta polilaktida (polylactic acid / PLA). Bahan-bahan ini dikenal karena kemampuannya untuk terurai secara alami.

Polietilen yang dikatalisis oleh enzim adalah plastik yang dihasilkan melalui proses fermentasi yang menggunakan enzim-enzim mikroba tertentu. Plastik ini diketahui dapat terurai dalam periode waktu yang singkat, yaitu sekitar 3 hingga 12 bulan. Namun, kondisi tertentu seperti suhu, kelembaban, dan keberadaan bakteri akan mempengaruhi kecepatan biodegradasi.

Polihidroksialkanoat (PHA) juga merupakan material biodegradabel yang dikenal karena kemampuannya untuk terurai secara alami. PHA biasanya terurai dalam jangka waktu sekitar 3 hingga 6 bulan dengan bantuan mikroorganisme yang ada dalam tanah atau air.

Sementara, polilaktida (PLA) adalah bahan yang berasal dari sumber nabati seperti jagung atau pati, yang juga dapat terurai dengan relatif cepat. Waktu yang diperlukan untuk terurai sepenuhnya bervariasi tergantung pada kondisi lingkungan, tetapi secara umum, polilaktida membutuhkan waktu antara 6 hingga 24 bulan.

Meskipun plastik biodegradabel ini menjanjikan dalam mengurangi dampak plastik terhadap lingkungan, terdapat beberapa faktor yang dapat memperlambat proses biodegradasi. Faktor-faktor ini termasuk kondisi lingkungan yang tidak sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme pengurai, seperti suhu rendah atau kekurangan nutrisi. Selain itu, jika plastik biodegradabel tersebut tidak dibuang pada tempat pengolahan limbah yang tepat, proses biodegradasi akan terhambat karena kekurangan oksigen yang penting dalam proses ini.

Dalam beberapa kasus, plastik biodegradabel yang dibuang ke tempat pembuangan sampah yang umumnya ada di kebanyakan negara akan terkubur dalam tanah dan tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup. Hal ini akan menghambat proses biodegradasi dan memperpanjang waktu yang diperlukan untuk melapukkan plastik tersebut.

Dalam menghadapi masalah limbah plastik yang semakin meningkat, pilihan penggunaan plastik biodegradabel telah muncul sebagai solusi yang menjanjikan. Meskipun waktu yang dibutuhkan untuk terurai tidak dapat diprediksi dengan tepat, plastik biodegradabel dapat menjadi alternatif yang lebih baik daripada plastik konvensional yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. Namun, pengelolaan plastik biodegradabel dengan benar dan pendidikan publik tentang cara membuangnya yang tepat tetap penting untuk memaksimalkan nilai lingkungan dari plastik ini.

message

Take a minute to fill in your message!

Please enter your comments *