news

LASTEST NEWS

2023-10-03

Is PLA toxic or not?

PLA (Polylactic Acid), atau yang dikenal juga sebagai plastik yang ramah lingkungan, telah menjadi alternatif yang populer untuk plastik tradisional yang lebih merugikan lingkungan. Banyak orang menganggap PLA sebagai bahan yang aman dan tidak beracun, namun sejumlah perdebatan mengenai potensi keracunan PLA juga telah muncul. Untuk memahami apakah PLA beracun atau tidak, kita perlu melihat lebih dekat pada komposisi, kegunaan, dan dampaknya bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

PLA dibuat dari sumber alami seperti jagung atau tebu, dan dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme dalam waktu tertentu melalui proses dekomposisi yang dikenal sebagai biodegradabilitas. Proses produksinya juga mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap sumber bahan bakar fosil, menjadikannya sebagai alternatif yang menarik untuk plastik konvensional. PLA juga memiliki sifat yang mirip dengan polistirena dan polipropilena, membuatnya sangat serbaguna dalam penggunaan.

Meskipun PLA memiliki kesan yang lebih ramah lingkungan, beberapa pandangan menyebutkan bahwa PLA bisa saja beracun. Salah satu keprihatinan adalah penggunaan biodegradable PLA yang tahan terhadap panas dalam kontak dengan makanan dan minuman panas. Ketika suhu tinggi diterapkan pada PLA, bahan ini dapat mengalami degradasi dan membebaskan senyawa kimia berpotensi berbahaya.

Beberapa studi penelitian telah dilakukan untuk mengevaluasi apakah penggunaan PLA dalam konteks tertentu dapat menyebabkan paparan terhadap senyawa berbahaya. Salah satu senyawa yang perlu diperhatikan adalah asam laktat dalam PLA. Dalam beberapa kasus, paparan tinggi terhadap asam laktat dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti iritasi kulit dan mata, gangguan pernapasan, dan reaksi alergi pada beberapa individu. Namun perlu diingat juga bahwa paparan tinggi terhadap senyawa kimia apa pun dapat berpotensi berbahaya dan perlu dipertimbangkan dengan hati-hati dalam penggunaan sehari-hari.

Namun, penting untuk diketahui bahwa sebagian besar wadah makanan dan minuman PLA yang tersedia saat ini di pasaran telah melewati uji kelayakan dan persyaratan keamanan. Beberapa pengujian telah dilakukan untuk memastikan bahwa PLA aman untuk digunakan dalam kontak dengan makanan. Organisasi seperti Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat, European Food Safety Authority (EFSA) di Uni Eropa, dan sejumlah lembaga internasional lainnya telah memberikan persetujuan dan sertifikasi keamanan bagi penggunaan PLA dalam aplikasi makanan.

Selain itu, beberapa studi menunjukkan bahwa PLA memiliki tingkat migrasi yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan plastik konvensional seperti polistirena. Migrasi adalah proses perpindahan senyawa kimia dari bahan kemasan ke makanan atau minuman. Dalam studi yang membandingkan PLA dengan jenis plastik konvensional lainnya, PLA terbukti memiliki tingkat migrasi yang lebih rendah, yang berarti risiko kontaminasi makanan dengan senyawa kimia berbahaya juga lebih rendah.

Lebih lanjut, apabila PLA dibuang dan terurai di lingkungan, proses biodegradasi alami akan memecahnya menjadi senyawa yang tidak beracun dan ramah lingkungan, tanpa meninggalkan jejak yang berbahaya bagi ekosistem. Hal ini berbeda dengan plastik konvensional yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai, menyebabkan kerusakan lingkungan jangka panjang.

Meskipun PLA masih menjadi topik perdebatan, terutama terkait dengan potensi dampak kesehatan jangka panjang, bukti-bukti saat ini menunjukkan bahwa PLA dengan penggunaan yang pas dan dalam kontek yang tepat dapat menjadi alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penting bagi produsen dan pengguna untuk mematuhi regulasi dan rekomendasi keselamatan yang ada, dan pemantauan yang ketat terhadap penggunaan material ini harus dilakukan secara continue untuk menjamin keamanan dan meningkatkan kualitas hidup.

message

Take a minute to fill in your message!

Please enter your comments *