news

2023-10-06

Requires less crude oil during production than plastics

Ketika membahas perlindungan lingkungan dan dampak negatifnya terhadap Bumi, satu topik yang sering kali menjadi perhatian adalah penggunaan plastik. Plastik telah menjadi produk yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita; dari kemasan produk hingga peralatan rumah tangga, plastik sering kali menjadi pilihan yang paling praktis dan terjangkau. Namun, ada satu materi yang harus diketahui oleh semua orang, yakni bahan alternatif yang lebih baik dalam hal perlindungan lingkungan: kertas.

Salah satu alasan mengapa kertas dianggap sebagai pengganti yang lebih baik daripada plastik adalah bahwa kertas membutuhkan lebih sedikit minyak bumi dalam produksinya. Proses manufaktur kertas melibatkan pohon yang diolah menjadi serat pulp yang digunakan untuk membuat kertas. Di sisi lain, plastik diproduksi dari minyak bumi yang merupakan sumber daya alam yang tidak terbarukan.

Untuk membandingkannya secara statistik, ada beberapa data yang menunjukkan perbedaan yang signifikan antara jumlah minyak bumi yang dibutuhkan untuk menghasilkan kertas dan plastik. Sebagai contoh, diperkirakan bahwa proses produksi 1 ton kertas membutuhkan sekitar 24 pohon dengan bertambahnya 7.000 galon air. Namun, untuk menghasilkan setara berat 1 ton plastik, diperlukan sekitar 17.000 galon minyak bumi. Selain itu, produksi plastik juga memerlukan penggunaan energi yang signifikan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa produksi kertas menghasilkan dampak lingkungan yang lebih rendah dibandingkan dengan produksi plastik.

Selain itu, kertas juga lebih mudah terdegradasi daripada plastik. Ketika dibuang ke alam, kertas akan terurai dengan lebih cepat oleh mikroorganisme alami, seperti bakteri dan jamur. Sementara itu, plastik membutuhkan waktu yang sangat lama – bahkan berabad-abad – untuk terurai menjadi partikel yang lebih kecil. Akibatnya, plastik dengan cepat membanjiri lingkungan kita, mencemari tanah, sungai, dan samudra. Upaya untuk mengurangi penggunaan plastik telah diadopsi oleh banyak negara, dengan harapan dapat mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan kita.

Pergerakan pengurangan penggunaan plastik juga bergantung pada kesadaran konsumen dan peningkatan kesadaran akan pentingnya perlindungan lingkungan. Saat ini, banyak negara telah melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai dan menggantinya dengan kantong kertas atau kantong serat non-plastik lainnya. Di samping itu, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, seperti sedotan plastik dan wadah makanan sekali pakai, juga telah menjadi fokus utama. Dengan mengedukasi masyarakat tentang manfaat penggunaan produk berbahan dasar kertas, kita dapat terus menciptakan perubahan positif dalam masyarakat.

Namun, penting untuk dicatat bahwa kertas bukanlah solusi sempurna untuk menggantikan plastik. Kertas juga memerlukan sumber daya alam yang signifikan, terutama pohon yang harus ditebang dalam jumlah besar untuk memenuhi permintaan. Oleh karena itu, upaya pengurangan penggunaan kertas juga harus diperhatikan. Kita harus berusaha untuk menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan seperti daur ulang kertas dan bahan non-plastik lainnya, serta mendorong inovasi untuk menciptakan bahan baru yang lebih ramah lingkungan.

Dalam kesimpulannya, penggunaan kertas sebagai pengganti plastik memiliki manfaat besar dalam perlindungan lingkungan. Produksi kertas membutuhkan lebih sedikit minyak bumi dibandingkan produksi plastik, dan kertas lebih mudah terurai secara alami sehingga mengurangi dampak negatif di alam. Namun, penggunaan kertas juga harus diatur dengan bijak untuk memastikan penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Dengan lebih paham tentang dampak lingkungan yang dihasilkan oleh penggunaan berbagai bahan, kita dapat membuat pilihan yang lebih baik dalam upaya melindungi Bumi kita.

message

Take a minute to fill in your message!

Please enter your comments *