news

2023-10-10

What are 3 examples of biodegradable plastic?

Plastik merupakan salah satu bahan yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan plastik konvensional telah mengakibatkan masalah serius bagi lingkungan. Plastik konvensional tidak dapat terurai dengan cepat, dan ini menyebabkan limbah plastik menumpuk di lautan, hutan, dan tempat pembuangan sampah.

Namun, para ilmuwan dan peneliti telah mengembangkan alternatif yang dapat mengurangi dampak negatif plastik terhadap lingkungan. Salah satu alternatif tersebut adalah plastik biodegradable, plastik yang dapat terurai secara alami. Plastik biodegradable adalah plastik yang dapat diuraikan menjadi bahan yang tidak berbahaya oleh organisme hidup dan lingkungan. Dengan penggunaan plastik biodegradable, kita dapat mengurangi jumlah sampah plastik dan menghentikan pencemaran lingkungan.

Berikut adalah tiga contoh plastik biodegradable yang telah dikembangkan:

1. Polihidroksialkanoat (PHA) Polihidroksialkanoat (PHA) adalah salah satu jenis plastik biodegradable yang paling umum digunakan saat ini. PHA diproduksi oleh mikroorganisme melalui proses fermentasi. Bakteri seperti Pseudomonas dan Alcaligenes dapat menghasilkan PHA sebagai mekanisme pertahanan mereka.

Plastik PHA memiliki sifat yang mirip dengan plastik konvensional, tetapi dapat terurai dengan lebih cepat. Ketika terkena mikroorganisme dan faktor lingkungan seperti cahaya matahari, suhu, dan kelembaban, PHA akan diuraikan menjadi senyawa organik seperti air, karbon dioksida, dan biomassa. Keuntungan lain dari PHA adalah kemampuannya untuk dibuat dari sumber bahan baku yang terbarukan, seperti minyak kelapa sawit dan tebu.

2. Polilaktida (PLA) Polilaktida (PLA) merupakan jenis plastik biodegradable lainnya yang banyak digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk kemasan makanan dan peralatan rumah tangga. PLA diproduksi dengan mengolah pati atau gula dari sumber tanaman seperti jagung, tebu, dan singkong.

PLA memiliki sifat yang mirip dengan plastik konvensional, tetapi dapat terurai lebih cepat. Jika PLA dibuang ke lingkungan yang lembap dan memiliki mikroorganisme, maka akan diuraikan menjadi senyawa organik seperti air, karbon dioksida, dan biomassa. Salah satu keunggulan PLA adalah kemampuannya untuk diubah menjadi berbagai bentuk, seperti film, serat, dan bahan cetakan.

3. Polibutilena adipat tereftalat (PBAT) Polibutilena adipat tereftalat (PBAT) adalah plastik biodegradable yang terbuat dari campuran polibutilena adipat (PBA) dan tereftalat (PT). PBAT memiliki karakteristik yang mirip dengan plastik konvensional dan dapat terurai dalam waktu yang relatif lebih singkat.

PBAT memecah menjadi senyawa organik seperti air, karbon dioksida, dan biomassa ketika terkena kondisi lingkungan yang sesuai. PBAT biasanya digunakan dalam produk kemasan yang membutuhkan fleksibilitas dan sifat biodegradable, seperti tas belanja dan kemasan makanan.

Dalam rangka mengurangi dampak negatif plastik terhadap lingkungan, penggunaan plastik biodegradable menjadi semakin penting. Ketiga contoh di atas adalah beberapa contoh plastik biodegradable yang telah ada dan semakin populer digunakan. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan lain dalam penelitian plastik biodegradable terus dilakukan, dan kita dapat berharap untuk melihat lebih banyak alternatif yang lebih ramah lingkungan di masa depan.

message

Take a minute to fill in your message!

Please enter your comments *