news

2023-10-10

What are biodegradable plastic bags now being made from?

Apa yang dianggap sebagai solusi terhadap masalah limbah plastik yang kian meningkat di seluruh dunia? Jawabannya adalah plastik terdegradasi. Saat ini, banyak produsen plastik beralih untuk membuat tas plastik yang dapat terurai secara alami. Meskipun istilah "tas plastik terdegradasi" cukup umum, sebenarnya ada beberapa jenis tas plastik terdegradasi yang berbeda yang dibuat dari berbagai bahan. Mari kita lihat lebih dekat apa saja bahan-bahan yang biasa digunakan.

Pertama, ada bahan yang paling umum digunakan untuk membuat tas plastik terdegradasi yaitu polihidroksialkanoat (PHA). PHA adalah jenis plastik yang dibuat dari bahan organik seperti minyak jagung, tebu, atau limbah organik lainnya. Plastik ini memecah diri menjadi komponen-komponen yang tidak berbahaya secara biologi setelah terpapar mikroorganisme atau kondisi alami tertentu. PHA sangat populer dalam industri plastik terdegradasi karena kemampuannya yang tinggi untuk menguraikan diri dengan cepat.

Selain PHA, selulosa juga sering digunakan sebagai bahan dalam membuat tas plastik terdegradasi. Selulosa adalah polimer yang ditemukan dalam dinding sel tumbuhan. Plastik dari selulosa biasanya dibuat dari bahan baku organik, seperti serat kayu, serbuk gergaji, atau jerami. Bahan ini diuraikan oleh kondisi alami seperti suhu yang tinggi, cahaya UV, dan mikroorganisme. Tas plastik selulosa dianggap sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan daripada tas plastik biasa karena sumber daya alamnya dapat diperbarui dengan cepat.

Selanjutnya, ada juga jenis tas plastik terdegradasi yang dibuat menggunakan asam polilaktat (PLA). PLA adalah jenis plastik yang berasal dari sumber alam dan diuraikan oleh mikroorganisme. Bahan baku utama untuk PLA adalah pati nabati, seperti jagung atau tebu. Plastik ini memiliki sifat transparan yang mirip dengan plastik poliester konvensional. Seiring dengan sifatnya yang terdegradasi, PLA sangat cocok untuk membungkus makanan dan minuman serta digunakan dalam industri lain yang membutuhkan kemasan.

Terakhir, ada juga tas plastik terdegradasi yang menggunakan bahan alami seperti pati yang diubah melalui proses kimia. Bahan ini sering disebut sebagai plastik termodifikasi. Plastik ini terbagi menjadi dua jenis: plastik termodifikasi yang terdegradasi secara anaerobik dan plastik termodifikasi yang terdegradasi secara aerobik. Plastik termodifikasi anaerobik terurai di dalam kondisi bebas oksigen, sementara plastik termodifikasi aerobik terurai di udara terbuka. Kedua jenis plastik ini digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti pembungkusan, pertanian, dan industri rumah tangga.

Meskipun plastik terdegradasi menawarkan alternatif yang lebih ramah lingkungan daripada plastik konvensional, mereka juga masih memiliki beberapa kelemahan. Salah satu kekurangan utama adalah biaya produksinya yang lebih tinggi daripada plastik konvensional. Selain itu, beberapa jenis plastik terdegradasi mungkin tidak dapat diurai secara alami jika terkubur di dalam tanah atau dibuang secara tidak benar. Oleh karena itu, pendidikan dan pengaturan yang tepat perlu dilakukan untuk memastikan penggunaan yang sesuai dan penanganan yang benar terhadap tas plastik terdegradasi.

Dalam kesimpulannya, tas plastik terdegradasi saat ini dibuat dari berbagai bahan seperti polihidroksialkanoat (PHA), selulosa, asam polilaktat (PLA), dan plastik termodifikasi yang terbuat dari pati. Sementara plastik terdegradasi menawarkan solusi yang lebih ramah lingkungan, masih ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Penting bagi kita untuk terus mengkaji dan mengembangkan bahan-bahan baru untuk plastik terdegradasi yang lebih efektif agar dapat mengurangi dampak negatif dari limbah plastik di lingkungan kita.

message

Take a minute to fill in your message!

Please enter your comments *