news

2023-10-10

What are the basic raw materials used for composting?

Apa yang dimaksud dengan pengomposan? Pengomposan adalah proses alami yang mengurai dan membusukkan sisa-sisa organik menjadi bahan humus yang kaya nutrisi. Kompos yang dihasilkan dari pengomposan ini dapat digunakan sebagai pupuk organik alami untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Untuk melakukannya, kita perlu menggunakan bahan-bahan mentah atau bahasa ilmiahnya adalah “raw materials” yang terjamin kualitasnya dan mudah terurai menjadi kompos. Namun, bahan apa saja yang digunakan dalam pengomposan tersebut?

Berikut adalah beberapa bahan mentah yang umumnya digunakan untuk pengomposan:

1. Daun kering: Daun kering adalah salah satu bahan mentah terbaik untuk pengomposan. Daun ini mudah terurai dan kaya akan nutrisi. Anda dapat mengumpulkan daun kering dari taman, pekarangan, atau tetangga Anda. Pastikan bahwa daun tersebut tidak terkena pestisida atau zat kimia berbahaya lainnya.

2. Sisa makanan organik: Sisa makanan seperti sayuran, buah-buahan, kertas tissue, teh, serta kopi adalah bahan mentah yang bagus untuk digunakan dalam pengomposan. Namun, pastikan untuk menghindari mencampurkan makanan berlemak, daging, atau produk susu mentah dalam kompos Anda, karena ini dapat menarik hama dan memperlambat proses pengomposan.

3. Serasah atau jerami: Serasah atau jerami dapat digunakan sebagai bahan petakan dalam pengomposan. Ini membantu meningkatkan sirkulasi udara dan menghindari penggumpalan dalam tumpukan kompos. Sebagai tambahan, serasah atau jerami juga menambahkan struktur yang bisa melonggarkan tumpukan kompos.

4. Rumput segar: Rumput segar adalah bahan mentah yang bagus untuk pengomposan karena tinggi akan tingkat kelembapannya. Namun, pastikan untuk tidak mencampurkan terlalu banyak rumput segar dalam tumpukan kompos Anda karena dapat menyebabkan aroma yang tidak sedap dan kemungkinan penggumpalan.

5. Bahan hijau: Bahan hijau termasuk rumput segar, sisa makanan hijau, dan limbah dapur yang kaya akan nitrogen. Ini penting untuk mengimbangi karbon dalam tumpukan kompos agar proses pengomposan berjalan dengan baik.

6. Serbuk gergaji: Serbuk gergaji dari kayu yang tidak terkena bahan kimia juga dapat digunakan sebagai bahan mentah dalam pengomposan. Serbuk gergaji ini membantu melonggarkan tumpukan kompos dan juga memberikan nutrisi yang diperlukan.

7. Potongan kayu: Potongan kayu yang sudah terurai menjadi ukuran kecil juga dapat digunakan dalam pengomposan. Ini membantu memperbaiki sirkulasi udara dan drainase di dalam tumpukan kompos.

8. Kertas daur ulang: Kertas daur ulang seperti kertas koran, kertas majalah, atau kertas kemasan juga dapat digunakan dalam pengomposan. Pastikan kertas tersebut dihancurkan menjadi potongan kecil sebelum dicampurkan ke dalam kompos.

9. Sekam padi: Sekam padi adalah salah satu bahan mentah yang harganya relative murah dan mudah didapatkan. Sekam memberikan struktur yang melonggarkan kompos dan membantu menjaga kelembapan.

10. Kulit telur: Kulit telur adalah bahan mentah yang dapat membantu meningkatkan kadar kalsium dalam kompos. Bahan ini juga membantu mengontrol pH dalam tumpukan kompos.

Setelah Anda mengumpulkan bahan-bahan mentah ini, langkah berikutnya adalah mencampurnya dalam proporsi yang tepat untuk membentuk tumpukan kompos. Pastikan bahwa setiap lapisan memiliki kombinasi yang seimbang antara bahan hijau dan bahan cokelat.

Mengompos adalah salah satu cara yang paling efektif dalam mengurangi volume sampah organik dan memanfaatkannya sebagai sumber nutrisi alami. Dengan menggunakan bahan-bahan mentah yang tepat, Anda dapat mempercepat proses pengomposan dan mendapatkan kompos berkualitas tinggi untuk kebutuhan pertanian atau kebun Anda.

message

Take a minute to fill in your message!

Please enter your comments *