news

2023-10-10

What are the problems with biodegradable plastic bags?

Dalam beberapa tahun terakhir, komitmen untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai telah meningkat secara signifikan. Salah satu solusi yang umum digunakan adalah penggunaan tas plastik yang dapat terdegradasi secara alami, yang disebut sebagai tas plastik biodegradable. Namun, meskipun nampak sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan, masih ada beberapa masalah terkait dengan tas plastik biodegradable ini. Artikel ini akan membahas beberapa masalah umum yang terkait dengan penggunaan tas plastik biodegradable.

Salah satu permasalahan utama dengan tas plastik biodegradable adalah bahwa definisi "biodegradable" itu sendiri tidak terstandarisasi dengan baik. Mengklaim bahwa suatu tas plastik adalah "biodegradable" dapat sangat menyesatkan karena tidak ada standar yang jelas tentang apa yang dianggap sebagai "biodegradable". Beberapa plastik mungkin membutuhkan beberapa tahun untuk terurai, sementara yang lain dapat membutuhkan beberapa dekade. Jadi, ketika konsumen melihat label "biodegradable", mereka mungkin menganggap bahwa tas tersebut akan terurai dengan cepat, padahal kenyataannya mungkin tidak begitu.

Selain itu, masalah lain yang terkait dengan tas plastik biodegradable adalah bahwa proses degradasi sering kali memerlukan kondisi lingkungan yang khusus untuk terjadi. Beberapa tas plastik biodegradable hanya akan terurai di kondisi yang sangat panas, sementara yang lain hanya akan terurai di bawah sinar UV atau di bawah tanah tertentu. Jika tas tersebut tidak terurai dalam kondisi yang tepat, maka tidak akan ada manfaat nyata dalam menggunakan tas plastik biodegradable ini.

Selain faktor kondisi lingkungan, proses degradasi tas plastik biodegradable juga tergantung pada waktu yang dibutuhkan untuk terurai sepenuhnya. Misalnya, beberapa tas plastik biodegradable mungkin membutuhkan beberapa bulan untuk terurai, sementara yang lain membutuhkan beberapa tahun. Dalam beberapa kasus, tas plastik tersebut mungkin terurai menjadi partikel kecil yang tidak terlihat oleh mata manusia, tetapi tetap ada dalam lingkungan.

Masalah lain yang sering muncul dengan tas plastik biodegradable adalah bahwa penggunaannya tidak secara otomatis mengurangi dampak lingkungan. Meskipun tas plastik ini dapat terurai secara alami, produksi dan pembuangannya masih memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Proses produksi tas plastik biodegradable masih memerlukan penggunaan bahan baku, energi, dan air. Selain itu, jika tas plastik ini dibuang ke tempat pembuangan sampah yang umum, mereka mungkin tidak terurai dengan baik karena kondisi di tempat pembuangan tersebut berbeda. Oleh karena itu, meskipun tas plastik biodegradable mungkin lebih baik daripada tas plastik konvensional dalam beberapa aspek, mereka masih memiliki dampak lingkungan yang signifikan.

Terakhir, satu masalah penting lainnya adalah bahwa banyak orang mungkin tidak memahami betapa pentingnya membuang tas plastik biodegradable dengan cara yang benar. Jika tas-tas tersebut dibuang bersama dengan sampah organik, mereka mungkin tidak akan terurai dengan baik karena proses pembusukkan sampah organik membutuhkan lebih banyak waktu. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat tentang cara yang benar dalam membuang tas plastik biodegradable ini tetap menjadi perlu.

Jadi, meskipun tas plastik biodegradable mungkin terlihat sebagai solusi yang lebih baik daripada plastik sekali pakai konvensional, mereka masih memiliki berbagai masalah terkait. Mulai dari definisi yang ambigu, kondisi lingkungan yang spesifik, waktu degradasi yang tidak pasti, hingga dampak lingkungan selama produksi dan pembuangan. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan pengurangan limbah plastik, alternatif lain seperti tas kain yang tahan lama dan penggunaan ulang tetap menjadi pilihan yang lebih baik.

message

Take a minute to fill in your message!

Please enter your comments *