news

2023-10-18

how long does a plastic bag take to decompose in the ocean

Berbicara tentang polusi plastik kemungkinan akan menjadi topik utama dalam perbincangan lingkungan saat ini. Salah satu bentuk polusi plastik yang sangat merugikan adalah tas plastik yang dibuang ke laut. Tas plastik yang terbuang ini sangat berbahaya bagi ekosistem laut dan memiliki dampak serius terhadap kehidupan laut dan manusia. Dalam artikel ini, kita akan membahas berapa lama tas plastik membutuhkan waktu untuk terurai di lautan.

Tas plastik merupakan salah satu jenis limbah yang paling umum ditemukan di perairan. Dua jenis tas plastik yang paling sering ditemukan di lautan adalah tas plastik sekali pakai dan mikroplastik. Dalam kondisi normal, tas plastik sekali pakai memerlukan waktu yang sangat lama untuk terurai. Namun, ketika terbuang ke laut, faktor lingkungan seperti sinar UV, panas, dan oksigen akan mempercepat proses degradasi plastik.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), diperkirakan bahwa waktu yang dibutuhkan tas plastik sekali pakai untuk terurai di lautan berkisar antara 20 hingga 1000 tahun. Angka yang cukup mengkhawatirkan, bukan?

Proses degradasi plastik di lautan sangat kompleks dan melibatkan berbagai faktor. Pertama, ketika plastik terkena sinar UV dari matahari, ia akan mengalami oksidasi dan pemanjangan rantai molekulnya. Ini menyebabkan plastik menjadi lebih rapuh dan rentan pecah menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Kemudian, potongan-potongan plastik ini akan memicu serangkaian reaksi kimia dan biologis di lingkungan laut, seperti korosi dan kolonisasi oleh mikroorganisme laut.

Namun, seiring berjalannya waktu, plastik masih akan ada di lautan dalam bentuk mikroplastik. Mikroplastik merupakan potongan kecil plastik yang ukurannya kurang dari 5 milimeter. Mikroplastik dapat dengan mudah terkonsumsi oleh organisme laut, mulai dari plankton hingga ikan, dan mungkin akhirnya masuk ke rantai makanan manusia. Studi baru-baru ini menunjukkan bahwa mikroplastik telah ditemukan dalam organisme laut di seluruh dunia, termasuk pada hewan yang hidup di dasar lautan.

Selain itu, beberapa faktor dapat mempengaruhi kecepatan degradasi plastik di lautan. Variasi dalam suhu air laut, kadar garam, dan tingkat polusi dalam perairan dapat mempercepat atau memperlambat proses terurai plastik. Misalnya, air yang lebih hangat dan tingkat garam yang tinggi cenderung mempercepat degradasi plastik.

Penting juga untuk dicatat bahwa tas plastik yang terbuang di lautan tidak hanya mempengaruhi ekosistem laut, tetapi juga dapat berdampak pada manusia. Organisme laut yang terkontaminasi oleh plastik dapat dengan mudah dimakan oleh manusia melalui makanan laut yang dikonsumsi. Kita masih belum sepenuhnya memahami dampak jangka panjang dari mengonsumsi mikroplastik, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik dapat merusak sistem pencernaan, berdampak negatif pada sistem kekebalan tubuh, dan dapat berkontribusi terhadap perkembangan penyakit kronis.

Penanggulangan polusi plastik di lautan menjadi sangat penting dan mendesak. Langkah-langkah seperti larangan atau pengurangan penggunaan tas plastik sekali pakai, daur ulang plastik, dan pengembangan alternatif yang ramah lingkungan perlu dilakukan secara kolektif. Selain itu, kesadaran masyarakat tentang dampak polusi plastik juga sangat penting untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mempromosikan praktek pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.

Dalam rangka melindungi laut kita yang indah dan kehidupan di dalamnya, kesadaran kita sebagai individu dan langkah-langkah tindakan nyata harus diambil sekarang. Mari kita bersama-sama berkomitmen untuk mengurangi penggunaan plastik dan menjaga lingkungan laut kita tetap bersih dan sehat.

message

Take a minute to fill in your message!

Please enter your comments *