news

2023-10-20

鈥? evaluation of the biodegradable polymers PLA, PBAT 鈥?

Evaluasi Polimer Biodegradabel PLA, PBAT

Dalam beberapa dekade terakhir, peningkatan kesadaran akan pentingnya penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan telah mendorong penelitian dan pengembangan dalam bidang polimer biodegradabel. Polimer biodegradabel merupakan bahan yang dapat terurai melalui proses biologi alami menjadi bahan yang ramah lingkungan bersama dengan pembentukan produk sampingan yang tidak berbahaya.

Salah satu polimer biodegradabel yang populer adalah Poly(lactic acid) (PLA). PLA adalah polimer alami yang diperoleh dari sumber nabati seperti jagung, tebu, dan pati. Struktur kimianya hanya terdiri dari dua monomer asam laktat, yang memberikan PLA sifat-sifat yang unik. PLA memiliki sifat mekanik yang mirip dengan polistirena, dan mempunyai kekuatan tarik yang memadai. Selain itu, PLA memiliki tingkat kristalinitas yang tinggi, yang memberikan ketahanan terhadap penetrasi air dan oksigen. PLA sekarang banyak digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk pengemasan makanan, kemasan kemasan, dan produk kemasan fleksibel.

Namun, meskipun PLA memiliki banyak kelebihan, ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan dalam kinerjanya sebagai polimer biodegradabel. Salah satu kekurangan utama PLA adalah kecepatan terurai yang lambat. Proses biodegradasi PLA membutuhkan waktu yang lama dan tergantung pada kondisi lingkungan. Selain itu, terdapat keterbatasan kekuatan dan ketahanan termal dari PLA, yang mengurangi kegunaannya dalam aplikasi yang membutuhkan ketahanan terhadap suhu tinggi.

Sebagai alternatif, poli(butylene adipate-co-terephthalate) (PBAT) telah menjadi polimer biodegradabel yang menarik perhatian dalam beberapa tahun terakhir. PBAT adalah poliester alifatik yang mengandung butilen adipat dan tereftalat sebagai monomer utama. PBAT memiliki sifat elastik yang baik, serta kekuatan tarik dan ketahanan yang lebih tinggi daripada PLA. Polimer ini juga memiliki tingkat biodegradasi yang lebih cepat daripada PLA. PBAT dapat terurai di dalam pengomposan industri dan juga biodegradasi melalui organisme seperti bakteri, jamur, dan serangga.

Namun, perlu diketahui bahwa biodegradasi PBAT juga membutuhkan waktu yang cukup lama dalam kondisi lingkungan tertentu. Dalam aplikasi yang membutuhkan waktu degradasi yang lebih cepat, penggunaan aditif biodegradasi seperti enzim, fotodegradasi atau oksidasi dapat meningkatkan tingkat biodegradasi PBAT.

Dalam mengevaluasi PLA dan PBAT sebagai polimer biodegradabel, penting untuk mempertimbangkan kondisi lingkungan di mana polimer-polimer ini akan terurai. Faktor-faktor seperti suhu, kelembaban, dan media lingkungan harus diperhitungkan untuk memprediksi kecepatan biodegradasi masing-masing polimer. Selain itu, kinerja mekanik, ketahanan terhadap tekanan, dan waktu degradasi harus dipertimbangkan dalam aplikasi nyata.

Penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk meningkatkan sifat polimer biodegradabel ini. Misalnya, penggunaan nanopartikel dan serat alam dapat meningkatkan sifat mekanis dan biodegradasi dari PLA dan PBAT. Penggunaan teknik pencampuran dan modifikasi permukaan juga dapat meningkatkan kinerja dan biodegradabilitas dari kedua polimer ini.

Secara keseluruhan, PLA dan PBAT merupakan polimer biodegradabel yang menjanjikan untuk menggantikan polimer konvensional dalam aplikasi yang membutuhkan adanya degradasi alami dan ramah lingkungan. Meskipun masih ada beberapa kekurangan yang perlu ditangani, penggunaan polimer ini dapat membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan memberikan solusi yang lebih berkelanjutan di masa depan.

message

Take a minute to fill in your message!

Please enter your comments *